Rapat Pembinaan BKD, Rektor Unpam Singgung Kedisiplinan Dosen



Rapat Pembinaan BKD, Rektor Unpam Singgung Kedisiplinan Dosen

Tangerang Selatan (20/8/2019) : Universitas Pamulang menggelar rapat pembinaan beban kerja dosen (BKD) di Auditorium Kampus I, 20 Agustus 2019 dari pukul 13.00 s.d. 17.00 wib. Rapat yang sedianya diikuti oleh seluruh dosen Unpam tersebut dibagi menjadi 3 gelombang. Hal itu dilakukan agar materi yang disampaikan bisa dipahami dengan baik oleh dosen.

“Jumlah dosen Unpam saat ini mencapai 2.400 dosen, kalau dikumpulkan jadi satu nanti tidak efektif” Ujar Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (H.C.) H. Darsono pada sesi sambutan.

Rapat gelombang pertama tersebut diikuti oleh dosen dari Prodi D3 Sekretari, Prodi D3 Administrasi Perkantoran, Prodi Teknik Kimia, Prodi Teknik Elektro, Prodi PPKN, Prodi Pendidikan Ekonomi, dan Prodi S1-Akuntansi.

Pada kesempatan itu, Rektor Unpam, Dr. H. Dayat Hidayat, M.M. menyinggung kedisiplinan dosen Unpam. Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan Unpam. Beliau meminta agar dosen tidak meninggalkan kelas sebelum waktu perkualiahan berakhir.

“Ketepatan waktu masuk dan keluar jangan disepelekan. Itu promosi kita” Paparnya.

Beliau bercerita bahwa dulu Unpam hanya memiliki 1 kelas 1 mahasiswa. Mahasiswa tersebut kuliah sambil bekerja. Ia Bekerja di daerah Pasar Senen. Karena macetnya jalan di Ibu Kota, membuat mahasiswa tersbeut selalu datang terlambat. Meskipun terlambat, dosen selalu hadir tepat waktu dan mengajarkan materi perkualiahan. Mahasiswa tersebut kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada keluarga, rekan kerja, dan teman nongkrongnya. Setelah itu, mereka berbondong-bondong mendaftar kuliah di Unpam.

Orientasi Masa Depan

Ketua Yayasan Sasmita Jaya mengajak semua yang hadir untuk mengikuti perkembangan zaman. Dosen diharapkan untuk tidak gagap teknologi. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan selalu berkembang.

“Kita harus mengikuti perkembangan zaman. Kalau tidak berubah ya akan ketinggalan. Mau tidak mau kita juga harus mengambil peran dalam perkembangan dunia”.

Ia juga menyinggung soal inovasi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, perguruan tinggi lain selalu memenangkan kejuaraan inovasi perguruan tinggi namun hasil inovasi tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara, Unpam belum pernah meraih prestasi dalam kejuaraan inovasi perguruan tinggi, namun inovasi yang dilakukan Unpam langsung dirasakan oleh masyarakat.

(MIS)

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *