Proses Asesmen Lapangan Unpam Berjalan Lancar



Proses Asesmen Lapangan Unpam Berjalan Lancar

Tangerang Selatan (15/2/2019) : Proses asesmen lapangan (AL) borang AIPT Universitas Pamulang berjalan lancar.  AL sendiri dipusatkan di Aula Kampus II pada 14 s.d. 16 Februari 2019. BAN PT menugaskan 4 asessor untuk melakukan visitasi ke Unpam. Empat asessor tersebut yaitu Prof. Dr. Bernadette Robiani dari Universitas Sriwijaya – Palembang, Dr. Tgk. H. Gunawan Adnan dari UIN Ar-Raniry-Banda Aceh, Dr. Retno Tyas Wulan dari Universitas Jenderal Soedirman-Purwokerto, dan Dr. Noor Achmad Setiawan dari Universitas Gadjah Mada.

Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd. juga turut hadir dalam AL tersebut. Beliau menjelaskan bahwa kehadirannya pada proses AL tersebut untuk mendukung Unpam. Menurutnya, Unpam merupakan perguruan tinggi yang layak dan luar biasa sehingga perlu didampingi oleh kordinator LLDIkti.

“Koordinator tidak mungkin datang apabila perguruan tingginya tidak baik. Kedatangan saya ke sini untuk meyakinkan asessor bahwa Unpam memang layak untuk mendapatkan nilai yang baik dan berkualitas. Salah satunya dilihat dari banyaknya angka daya serap lulusan di dunia kerja”. Paparnya pada saat memberikan sambutan.

Prof. Dr. Bernadette Robiani sangat mengapresiasi visi Unpam dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut guru besar ekonomi Unsri tersebut, Unpam memiliki visi-misi yang unik. Beliau menjelaskan bahwa dalam membangun sebuah bangsa perlu expert dan komitmen yang sangat tinggi. Namun beliau juga memberikan sarankepada Unpam agar menjaga dan meningkatkan kualitas lulusannya

“Bisa kita maklumi karena visinya juga tidak sama dengan berbagai perguruan tinggi. Sistem pembiayaan yang unik. Tapi kita ingin outputnya bagus. Tren pasar unpam sangat tinggi. Kami berharap Unpam terus maju dengan memperhatikan input dan output” paparnya.

Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (H.C.) H. Darsono pada saat menutup acara menyampaikan bahwa  semua orang mampu membangun lembaga pendidikan yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat asalkan dilandasi komitmen dan keikhlasan. Menurutnya, dalam berbagi ilmu tidak perlu memikirkan untung rugi tetapi harus mencari ridho Tuhan Yamng Maha Esa agar semuanya berkah.

“Sesungguhnya semuanya bisa asal ada komitmen dan keikhlasan. Yang kita cari barokah. Sehabat apapun tanpa barokah pasti sulit” tambahnya. (MIS)

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *