Menjelang Ramadan, Unpam Gelar Wisuda ke-53



Menjelang Ramadan, Unpam Gelar Wisuda ke-53

Tangerang Selatan (1/5/2019) : Wisuda Unpam ke-53 digelar 1 Mei 2019 di Aula Kampus II. Wisuda tersebut diikuti oleh 720 wisudawan yang merupakan gabungan dari wisudawan Unpam dan STMIK Eresha.

Pada kesempatan itu, Rektor Unpam, Dr. H. Dayat Hidayat, M.M. memberikan pesan kepada wisudawan agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah wisuda tersebut. Menurutnya, ilmu yang didapat semasa kuliah masih perlu dimatangkan melalui pengaplikasian di masyarakat dalam bentuk pengabdian. Shingga masyarakat dapat merasakan ilmu yang didapat semasa kuliah.

“Sesungguhnya ilmu yang diberikan Yang Mahakuasa amat besar dan luas sementara yang kita dapat baru sedikit”.

Wisuda tersebut merupakan wisuda terakhr sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan. Pada kesempatan tersebut Ketua Yayasan Sasmita Jaya Group, Dr. (H.C.) H. Darsono menyinggung terkait perkembangan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh Unpam. Menurutnya, Unpam akan selalu berupaya untuk meningkatkan kualiatas pendidikan dengan mengikuti arahan dari pemerintah. Meskipun Unpam selalu mengedepankan mutu pendidikan, namun biaya kuliah akan tetap terjangkau oleh semua kalangan.
“(Yayasan) berupaya memberikan fasilitas pendidikan seluas2nya kepada masyarakat. Namun kita juga tidak mengabaikan kualitas. Kita maunya menyaingi Harvard”

Koordinator LLDikti Wilayah III, Prof. Dr. Illah Sailah, M.S. yang juga turut menyaksikan prosesi wisuda ke-53 tersebut mengatakan bahwa Unpam merupakan perguruan tinggi yang dikemas dengan biaya yang sangat terjangkau namun tetap memperhatikan mutu. Sehingga beliau juga sering turut mempromosikan Unpam kepada Perguruan tinggi swasta dan negeri di wilayah III untuk melakukan studi banding terkait bagaimana melaksanakan pendidikan yang berkualitas namun terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

“Unpam sering menjadi rujukan PT lain karena PTN pun belum mampu menyaingi dari segi jumlah mahasiswa”.

Selain itu, guru besar asal Garut tersebut juga menyoroti soal pentingnya big data perguruan tinggi. Menurutnya, Unpam merupakan salah satu perguruan tinggi yang selalu melaporkan kinerja kepada Dikti sehingga setiap mahasiswa atau lulusan dapat melihat statusnya di laman forlapdikti. Hal itu sangat penting karena setiap perusahaan yang akan merekrut karyawan akan mengecek status pelamar melalui laman tersebut.
“Suatu hari kalau para wisudawan ingin jadi caleg, cagub atau pun capres dan butuh legalisasi ijazah. Anda akan bisa melihat di big data. Cek kambali status mahasiswa kalian. Apakah masih aktif atau sudah lulus”.

Selain itu, beliau juga memberikan pesan agar menjadikan wisuda tersebut sebagai titik awal perubahan. ALumni harus bisa menjadi pemain di negeri sendiri seperti menciptakan lapangan kerja dan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat.
“Kita harus mampu menunjukkan bahwa kita bisa bekerja. Kita harus jadi pemain di negeri sendiri. Wisuda merupakan titik untuk berubah”.

Sementara itu, Ketua LLDikti Wilayah IV, Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd. dalam sambutannya mendorong Unpam agar menjadi rujukan perguruan tinggi internasional.
“Suatu saat bukan lagi rangkingnya di atas 100 tetapi di bawah seratus dan bukan hanya rujukan nasional tetapi juga internasional”.

Guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tersebut juga membawa kabar gembira terkait lolosnya wakil Unpam dalam lomba debat berbahasa Inggris ke level nasional mewakili LLDikti IV wilayah Jawa Barat dan Banten.
“Unpam begitu lomba NUDC di wilayah IV lolos ke final nasional. Biasanya debat bahasa Inggris itu orang sastra Inggris tapi ternyata wakil Unpam ada yang dari sekretari”.

(MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *