Memaksimalkan potensi dosen, Sasindo gandeng LP3 Universitas Pamulang lakukan upgrading proses pembelajaran Prodi.



Memaksimalkan potensi dosen, Sasindo gandeng LP3 Universitas Pamulang lakukan upgrading proses pembelajaran Prodi.

Universitas Pamulang. 10/6 2020. Sasindo gelar upgreading proses pembelajaran prodi. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam merespon efek pandemic covid-19 pada dunia Pendidikan, maka dari itu menjadi penting adanya untuk dapat memaksimalkan hal-hal yang berkaitan dengan keberlangsungan proses belajar mengajar. Proses alternative pembelajaran tatap muka semakin lama semakin terseok-seok. Entah disebabkan oleh peserta didik yang mulai bosan melihat teks yang memiliki format yang sama yang sering kita sebut dengan modul pembelajaran atau karena dosen yang sudah kehabisan akal membuat peserta didikanya mau mengikuti pembelajarannya hingga selesai. Apapun alasannya, intinya harus menemukan jalan keluar yang lebih bijak dalam hal ini.

Narasumber

Tidak bisa ditampikkan bahwa alasan-alasan yang muncul diatas merupakan realita yang tak terhindarkan yang berujung kegelisahan dalam proses belajar mengajar. Setelah dikumpulkan dari berbagai sumber, jalan keluar yang efektif adalah membuat rute baru yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Berkaitan dengan media apa yang dapat digunakan untuk menyesuaikan perkembangan zaman sudah di bahas di artikel sebelumnya mengenai “Hindari Kebosanan Belajar dari Rumah. Prodi Sasindo Adakan FGD Blended Learning”.
Lalu rute apa yang harus ditempuh?

Memaksimalkan proses. Aden (narasumber upgreading) mengatakan bahwa sebuah proses belajar mengajar tidak tunggal ada di modul. Namun jauh dari itu ada tahapan yang harus dipenuhi secara bersama-sama. Diantara tahapan-tahapan tersebut adalah memastikan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, distribusi mata kuliah, peta mata kuliah, deskripsi mata kuliah, RPS, bahan ajar dan yang terakhir adalah modul. Rute memaksimalkan proses dengan semua fasilitas yang terbatas adalah solusinya. Bahan ajar yang disediakan tak harus berasal dari yang sudah ditentukan pihak kampus. Namun mahasiswa dapat diajak bereksplorasi dengan mengirimkan beberapa link atau alamat materi bahan aja terkait atau mengirimkan buku-buku yang sebelumnya sudah disiapkan oleh pengajar.

Peserta

Jika saat tatap muka ritme yang dijalankan adalah bertemu dengan pengajar untuk belajar dan mengerjakan tugas di rumah. Maka saat pandemic ini diputar, dirumah untuk belajar dan bertemu pengajar untuk ujian atau diskusi. Dengan adanya perubahan rute ini, diharapkan membuat mahasiswa menjadi lebih tertantang lagi untuk mengeksplorasi materi pembelajaran lebih luas lagi. Ini salahsatu contoh saja. Selain itu Aden juga mengingatkan bahwa tugas keprofessionalan seorang dosen diantaranya adalah melaksanakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat.

Saat acara berlangsung ada peserta yang bertanya mengenai kumpulan artikel pengajar apakah dapat dijadikan sebagai bahan ajar? Tentusaja bisa. Modul hanya bagian kecil untuk memudahkan peserta didik dapat memahami materi dengan cepat. Jika dosen mau bekerja lebih keras lagi LP3 memberikan kemudahan bagi para dosen yang gemar menulis untuk mempatenkan tulisannya. Tidak perlu dibayangkan betapa sulitnya membuat sebuah buku. Cukup bayangkan kalimat-kalimat apa saja yang seharusnya dosen katakana di depan kelas. Sambil membayangkan sambil ditulis, lalu pastikan kembali kebenarannya dan buku sudah dapat anda selesaikan dengan cepat. “Semudah itu” ujar Aden.

Materi

Kegiatan yang berlangsung memalui daring dengan aplikasi Zoom sekitar 120 menit dimulai dari pukul 09.30 hingga selesai, dihadiri oleh narasumber dari LP3 Universitas pamulang yaitu Aden, S. Si., M. Pd., Dekan Fakultas Sastra, Dr. M. Ramdon Dasuki, Lc., M.A., Kaprodi Sastra Indonesia, Misbah Priagung Nursalim., M.Pd. dan Segenap dosen Prodi Sastra Indonesia. Misbah menyampaikan “Progress pembuatan modul di sasindo agak sedikit lebih lamban dari program studi yang sudah langganan top one sampai top three. Dengan alasan itu, sasindo akan lebih giat melakukan upgreading atau studi banding guna mengejar ketertinggalan” (ERZ)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *