Hubungi Kami : Tlp. 021-7412566 . Fax 74709855

LPPM Adakan Workshop Publikasi Internasional bersama Dr. Mujiarto, M.T.



LPPM Adakan Workshop Publikasi Internasional bersama Dr. Mujiarto, M.T.

Tangerang Selatan (6/2/19) : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpam gelar workshop publikasi ilmiah internasional di ruang rapat lantai 10 Kampus II pada 6 Februari 2019 pukul 09.00 sampai 12.00 wib. Workshop tersebut diikuti oleh masing-masing perwakilan prodi di Unpam. Untuk menyukseskan acara itu, LPPM gandeng ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Dr. Mujianto, M.T.

Ketua LPPM Unpam, Dr. Ali Maddinsyah, M.M. menyampaikan bahwa visi di tahun 2024 harus didukung bersama. Salah satunya dukungannya adalah luaran dari hasil penelitian yang Sinta. Sebelumnya ristekdikti sudah membuat web sinta semua perguruan tinggi harus berlomba-lomba agar karya ilmiahnya dapat terpublikasi yang terindeks Sinta tersebut.

“LLEikti melihat kinerja perguruan tinggi tinggal melihat web tersebut (Sinta) sudah bisa terlihat. Unpam 3 tahun terakhir (menduduki peringkat) 135 Sinta. Itu akan naik turun karena kompetitif PT di seluruh Indonesia. Untuk skor kita naik agar artikel terpublikasi. Tidak hanya jurnal tetapi juga prosiding.”

Rencana tersebut didukung Rektor Unpam, Dr. Dayat Hidayat, M.M. Menurutnya, setiap dosen harus memiliki gairah untuk meneliti dan mempublikasikan hasil penelitiannya. Hal itu karena publikasi dosen merupakan salah satu unsur penilaian kinerja perguruan tinggi di dunia. Perguruan tinggi tidak bisa dikatakan baik apabila dosennya tidak memiliki publikasi ilmiah.

“Kalau bapak kemarin hadir di rakor kopertis, di sana dipaparkan peringkat kemristekdikti di wilayah IV selalu muncul itu nomor 1 Telkom yang lucu Prof Uman bilang harusnya Unpam bukan telkom. Kenapa beliau bilang begitu, Unpam kalau 30% saja dosennya mempublikasikan LL Dikti IV maka Unpam nomor 1. Kita punya kesempatan untuk itu dan bisa melakukan itu. Ini adalah salah satu untuk membangkitkan ingatan kita tentang ucapan kopertis. Saya berharap workshop ini menjadi embrio untuk berfikir aagar penelitian kita sampai pada publikasi terindeks”.


Sementara itu, Dr. Mujiarto memberikan motivasi kepada peserta workshop agar memiliki gairah meneliti dan mempublikasi. Menurutnya peringkat perguruan tinggi tidak selalu karena umur. Ia mencontohkan bahwa Umtas baru 3 tahun, belum diakreditasi dan baru akan mengajukan akreditasi karena baru mau meluluskan. Namun, Umtas sudah mampu menyelenggarakan komferensi internasional dan bisa mengcover luaran terindeks scopus.

“Kita tidak membicarakan umur. Semua bisa menyelenggarakan konferensi internasional. Secara SDM tidak ada bedanya, hanya saja tempat lahirnya saja yang beda. Minimal 30% dosen bisa mengcover luaran terindeks scopus”. (MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *