UNIVERSITAS PAMULANG
Jalan Surya Kencana No. 1 Pamulang-Tangerang Selatan
Telp/Fax: 021.741 2566 - 7470 9855
Selamat Datang |
  • Bebas Uang Gedung Bagi Mahasiswa Unpam

  • Universitas Pamulang di Bawah Yayasan Sasmita Jaya

  • Kepala Program Studi Univesitas Pamulang

  • Univerisitas Pamulang Mendidik Mahasiswa Putra Putri Indonesia

  • Univeritas Pamulang Telah Meluluskan Banyak Wisudawan

 
Pengumuman Terkini
  • Info SPMB apat dilihat di pmb.unpam.ac.id
  • Waktu perkuliahan bulan puasa yaitu:
    • Jam 1: 09.00-10.00
    • Jam 2: 10.00-11.00
    • Jam 3: 11.00-12.00
    • Jam 4: 13.00-14.00
    • Jam 5: 14.00-15.00
    Unpam on maps
    Prodi Akuntansi D-3 Adakan Bedah Buku “Sikencur”
    Kategori Berita | Diposting pada : 2016-10-22 -|- 09:53:00 oleh Admin

    Kabar Unpam

    Pamulang – Terasa istimewa Prodi Akuntansi D-3 kedatangan orang namor satu di Irjen Kemenhub RI pada Sabtu, 22/10. Kedatangan pemilik nama lengkap Dr. H. Cris Kuntadi, S.E., M.M., CA., CPA., QIA., FCMA., CGMA., Ak. itu dalam rangka membedah bukunya yang berjudul Sikencur (Sistem Kendali Kecurangan).



    Menurut laporan Ketua Panitia Bedah Buku Sikencur Euis Nessia Fitri, S.Pd., M.Pd. bahwa kegiatan ini diikuti lebih dari 450 peserta. Atas sukses terselenggranya acara, ia mengucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak yang telah banyak membantu.



    Dalam sambutannya Kaprodi Akuntansi D-3 Iin Rosini, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku adalah termasuk dalam program kerjanya. Di samping acara ini bertujuan meningkatkan budaya baca, khususnya mahasiswa Akuntansi D-3 Unpam.



    Rektor Unpam Dr. H. Dayat Hidayat, M.M. turut memberikan sambutan pada bedah buku itu. “Kejujuran itu titah manusia, sementara kecurangan itu adalah musuh manusia” ujar Rektor dalam bedah buku yang berfokus mengurai seputar kecurangan pada ranah birokrasi pemerintahan tersebut.



    “Kesuksesan itu diraih butuh dua kerja otak, kanan dan kiri”, demikian kalimat pembuka penulis buku Sikencur dalam mengawali pembicaraannya.



    Lebih jauh Pak Cris, begitu ia akrab disapa menyampaikan, “penanganan kecurangan harus melalui sistem kendali kecurangan”.Kendatipun ia menyadari bahwa konsep Sikencur diambil dari Australia saat kunjungan kerjanya bersama anggota DPR beberapa tahun lalu. Namun, sangat relevan diterapkan di Indonesia.



    “Sikencur bertujuan, menjaga integritas personal dan institusi, serta melindungi dan mengamankan keuangan internal”, ujar Pak Cris di hadapan Rektor dan ratusan peserta. Hal itu diperkuat kembali oleh pernyataannya bahwa penerapan Sikencur di lingkungan Pusdiklat Kemenhub telah menghemat anggaran Negara Rp 1,2 T. Untuk itu, Kemenhub mendapat jempol BPK.



    Pada akhir bukunya ia menyampaikan bahwa kecurangan terjadi karena adanya tiga faktor, yaitu: kesempatan, rasionalisasi, dan tekanan. (MW)



    Baca Juga Berita Lainnya