Hubungi Kami : Tlp. 021-7412566 . Fax 74709855

Hujan Deras Warnai Wisuda Unpam ke-50



Tangsel (27/01/18) : Unpam kembali menggelar wisuda program diploma, sarjana, dan magister di Aula Kampus Unpam II, Serpong, Tangerang Selatan. Wisuda tersebut merupakan wisuda ke-50 yang digelar Unpam sejak Unpam berdiri tahun 2000 dan diikuti oleh 797 wisudawan.

Wisuda yang seharusnya digelar tanggal 20 Januari terpaksa mundur menjadi tanggal 27 Januari 2019 karena kendala teknis. Namun, wisuda kali ini tidak seperti biasanya. Hal itu karena wilayah Pamulang dan sekitarnya diguyur hujan deras sejak malam sebelumnya. Meskipun demikian, wisuda tetap berjalan dengan lancar.

Syahida Aula Fath, salah satu wisudawan dari prodi Sastra Indonesia datang terlambat karena macet. Wisudawan asal Gunung Sindur tersebut bersama 46 wisudawan lainnya terpaksa tidak bisa mengikuti sesi pembukaan.
“Sebenarnya sudah prepare dari pukul 6 pagi. Tapi karena hujan jadinya jalanan macetnya luar biasa. Ditambah lagi mobilnya mogok. Padahal hari biasa Cuma 15 menit sampai kampus”. Ujarnya

Kehujanan juga dirasakan oleh Yasir Mubarok, dosen Unpam yang terpaksa harus basah-basahan memasuki ruang wisuda. Ia terpaksa mengendarai sepeda motor untuk sampai kampus untuk menghindari macet.
“Ini saja sudah pakai jas hujan, (tapi air) masih tembus”. Imbuhnya

Suasana loby Kampus II pascadiguyur hujan

Peluncuran Buku Rektor

Pada saat itu, Rektor Unpam, Dr., Dayat Hidayat, M.M. meluncurkan buku terbarunya bertajuk Solusi Komprehensif Manajemen Langit. Buku yang berisi 600-an halaman tersebut merupakan kumpulan orasi ilmiahnya sejak 5 tahun terakhir. Rektor juga memberikan orasi ilmiahnya dengan tema Universitas Pamulang Dibalik Angka 19. Tema tersebut diambil karena Unpam memasuki tahun ke-19. Beliau menceritakan perjalanan Unpam dari awal hingga saat ini.

Penyelenggaraan pendidikan tinggi berbiaya murah merupakan cita-cita ketua Yayasan Sasmita Jaya. Pengalaman hidupnya yang berasal dari keluarga miskin membuatnya termotivasi untuk menciptakan perguruan tinggi yang bisa diakses oleh semua kalangan.

Di depan tamu undangan, Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (H.C.) H. Darsono menambahkan bahwa Pemerintah menyelenggarakan pendidikan tetapi yang diterima hanya yang pintar dan punya uang saja. Sementara masyarakat Indonesia masih banyak yang belum pintar sehingga susah untuk masuk PTN. Unpam berdiri untuk memberikan kesempatan yang kurang pintar dan kurang mampu tersebut untuk mengubah nasib sehingga biaya pendidikan di Unpam dikemas semurah mungkin agar terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
“Kampusnya mewah harganya murah karena yang dicari biasanya yang bagus tapi gratis” Papar ketua Yayasan.

Ketua LLDikti Wilayah IV, Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd. juga turut serta memberikan wejangan kepada wisudawan mengenai pentingnya hormat kepada orang tua yang telah mendoakan anaknya agar sukses. (MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *