Hubungi Kami : Tlp. 021-7412566 . Fax 74709855

Bahas Solusi Kemacetan, Dishub Banten dan Polres Tangsel Kunjungi Unpam



Bahas Solusi Kemacetan, Dishub Banten dan Polres Tangsel Kunjungi Unpam

Tangerang Selatan (11/10/2018) : Rombongan Dishub dan Polres Banten datang kunjungi Unpam untuk membahas solusi kemacetan di sekitar Unpam. Kunjungan tersebut dilakukan karena banyaknya laporan masyarakat terhadap Unpam terkait kemacetan.

Rombongan tersebut meliputi Teguh Setiawan, Msi. Dan Regen M.Si. dari Dishub Banten, IPDA Hery S. dan IPTU Suprayitno, M.H. dari Polres Tangerang Selatan, IPTU Karana dari Polsek Serpong, Budi Jatmiko, Nur Abadi, Fiqa Permana, dan Heris Cahya dari Dishub Tangsel.

Rombongan dishub dan polres disambut baik oleh Dr. (H.C.) Darsono selaku ketua yayasan Sasmita Jaya dan Dr. Subarto, M.Pd. selaku wakil rektor II. Penambutan dilakukan di Ruang Rektor lt 9 Kampus II. Rektor Unpam, Dr. Dayat Hidayat tidak ikut menyambut kedatangan tersebut karena sedang berada di Yogyakarta untuk menindaklanjuti kerja sama dengan pihak Unikom Yogyakarta.

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama ini Unpam menyumbang titik kemacetan di Tangerang Selatan. Kemacetan selalu terjadi pada jam masuk-pulang mahasiswa. Kemacetan tersebut dirasakan oleh warga Tangerang  Selatan dan sekitarnya.

Dari pertemuan tersebut ada 4 poin yang harus disepakati oleh Dishub, Kepolisian, dan Universitas Pamulang. Keempat poin tersebut adalah :

  1. Unpam perlu merevisi analisis dampak lalu lintas (Amdalalin) di Dinas Perhubungan Banten;
  2. Penanganan jangka pendek :
    1. Perlu dilakukan pemisahan akses pintu masuk dan keluar;
    2. Perlu dilakukan pemasangan barier dari simpang Viktor sampai Kodiklat TNI
    3. Perlu adanya laybay sepanjang bangunan Unpam.
  3. Perlu sosialisasi terhadap warga sekitar yang terkena dampak;
  4. Perlu adanya fasilitas parkir dan kantin yang memadai.

Setelah proses diskusi selesai. Dr. (H.C.) Darsono mengajak pihak dishub Banten Teguh Setiawan untuk melihat gedung parkir Unpam yang masih dalam proses pembangunan. Kadishub pun menyayangkan mahasiswa yang masih memarkirkan kendaraannya di luar Unpam.

“Kenapa mahasiswa lebih memilih parkir di luar yang 5000 sekali parkir?”

Unpam sendiri memiliki beberapa tempat parkir yang mampu menampung 31.000 motor dan 4.000 mobil. Namun yang membuat kemacetan tersebut karena banyaknya mahasiswa dan dosen yang keluar masuk di jam yang sama serta banyak yang memarkirkan kendaraan di luar Unpam.

Humas Unpam, Misbah Priagung Nursalim, M.Pd. menjelaskan jika kemacetan tersebut karena banyaknya pengguna kendaraan pribadi. Penggunaan kendaraan pribadi oleh mahasiswa dan dosen karena rute angkutan umum di Tangerang Selatan yang dirasa kurang cocok.

“Kalau terminal Pondok Cabe dimanfaatkan untuk bus kota, Pemda bisa membuat rute baru, Pondok Cabe – Poris. Jadi mahasiswa dari Cinangka cukup sekali naik tidak harus transit 2 kali”.

Selain itu, ia juga mengusulkan adanya kerja sama Pemda Banten dengan PT KCI untuk membuat rute KRL baru yakni Cikarang-Serpong. Hal itu karena banyak mahasiswa dari Bekasi yang memilih menggunakan motor karena tidak ada angkutan umum yang langsung sampai Pamulang. Ia juga mengusulkan perpanjangan rute APTB agar tidak hanya sampai Ciater saja. (MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *