Hubungi Kami : Tlp. 021-7412566 . Fax 74709855

Kunjungi Unpam, Menteri Puspayoga Dibuat Bingung oleh Biaya SPP Unpam



Kunjungi Unpam, Menteri Puspayoga Dibuat Bingung oleh Biaya SPP Unpam

Tangerang Selatan (29/9/2018) : Universitas Pamulang kembali kedatangan tamu dari pusat. Sabtu, 29 September 2019, Unpam kedatangan Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Puspayoga.

Menteri dan rombongan tiba di Pamulang pukul 08.30 wib disambut oleh Rektor Unpam, Ketua Yayasan Sasmita Jaya, dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie di ruang VIP lantai 8 Kampus II.

Kedatangan tersebut salah satunya untuk mengsisi seminar kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Prodi Manajemen dengan tema “Kampus sebagai Inkubator Wirausaha Pemula Menuju Kemandirian Bangsa”. Menteri Puspayoga, begitu sapaan akrabnya sempat dibuat bingung oleh prinsip manajemen Yayasan Sasmita Jaya ketika mendengar penjelasan Ketua Yayasan Samita Jaya, Dr. (H.C.) Darsono bahwa biaya kuliah di Unpam 200 ribu rupiah tanpa uang gedung.

“Teorinya bagaimana? Saya bingung Pak Yayasan. Biaya kuliah 200 ribu tanpa uang gedung tapi kampusnya bisa semegah ini?” Kata Menteri Puspayoga yang dibuat penasaran.

Namun beliau berpikir positif tentang Unpam, bahwa Unpam memiliki kerja sama tim yang sangat bagus. Menurutnya, tidak mungkin baik kualitas sebuah perguruan tinggi tanpa kerja sama yang baik antarlini.

“Pasti kerja samanya bagus. Nggak mungkin tanpa kerja sama bisa sebaik ini”.

Pada kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UMKM juga memberikan bantuan modal usaha kepada 16 mahasiswa yang sudah berwirausaha.  Mulai dari 10 juta rupiah hingga 16 juta rupiah tergantung dari jenis usahanya. Beliau menyambut baik usaha Unpam mendukung mahasiswa untuk berwirausaha.

“Kalau ini acaranya sore, saya datangi itu angkringan. katanya sore jualan, siang kuliah”. Katanya ketika menjelaskan keunikan mahasiswa Unpam.

Sebelumnya, ada mahasiswa Unpam yang membuka angkringan. Dia salah satu mahasiswa penerima modal usaha dari kementerian koperasi dan UMKM sebesar Rp 10.000.000 untuk mengembangkan angkringannya.

Menteri Puspayoga juga menjelaskan pentingnya koperasi perguruan tinggi untuk mendorong minat berwirausaha mahasiswa. Bahkan menurutnya, koperasi kampus bisa mengikuti tender jalan tol. Unpam memiliki potensi untuk ke arah sana.

“Saya bahagia sekali 85% mahasiswa sudah bekerja. Jadi tidak perlu ikut seleksi PNS. Saya titipkan kepada Anda. Tolong jangan punya cita-cita jadi pegawai negeri. Bukan tidak boleh tapi potensinya sangat kecil. Bercita-citalah ingin menjadi wirausaha”.

Beliau pun mejelaskan bagaimana seorang Puspayoga kecil berani terjun ke dunia bisnis. Sejak kelas 5 SD ia sudah mencoba jualan es di sekolah dan setelah pulang sekolah jualan rokok di depan rumah. Saat menginjak SMP ia melihat peluang bisnis. Pasar buruang di Denpasar dibongkar menjadi gedung olah raga. Kemudian ia mengajak para pedagang burung untuk berjualan di halaman rumahnya. Malah, saat ini pasar burung tersebut menjadi pasar burung terbesar di Bali. (MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *