Hubungi Kami : Tlp. 021-7412566 . Fax 74709855

Hamzah, Penyandang Disabilitas Diwisuda Unpam



Hamzah, Penyandang Disabilitas Diwisuda Unpam

Tangerang Selatan (17/9/2018) : Universitas Pamulang menggelar Wisuda ke-45 pada 26 Agustus 2018. Wisuda yang digelar bulan lalu tersebut diikuti oleh 1.100 wisudawan. Wisuda tersebut seolah tidak ada perbedaan jika dibandingkan dengan wisuda pada umumnya.  Mulai dari pembukaan hingga penutupan pun tampak berjalan seperti biasa.

Namun, jika diperhatikan lebih lanjut, ada hal berbeda terja didalam wisuda tersebut. Ada satu wisudawan yang mencuri perhatian seisi Auditorium Kampus II. Dia adalah Hamzah. Wisudawan dari prodi Teknik Informatika tersebut merupakan satu-satunya wisudawan penyandang disabilitas.

Tim Humas pun segera mencari tahu siapa sosok Hamzah tersebut dengan mendatangi kursinya setelah wisuda selesai. SaatHumas mendatangi kursinya, ia menyambutnya dengan ramah. Taklupa, humas memberikan ucapan selamat telah menjadi seorang sarjana. Ia bercerita bahwa ia lulus di semester 9 pada prodi Teknik Informatika. Kami pun terlibat dialog dengannya. Ketika ditanya harapan berikutnya setelah berhasil meraih gelar sarjana komputer ia ingin melanjutkan studi.

“Saya tertarik dengan program beasiswa (penyandang disabilitas) yang disampaikan Pak Rektortadi. (beasiswa) itu menarikya? Sangat jarang terjadi”.

Sebelumnya, Rektor Unpam, Dr. H Dayat Hidayat, M.M. dalam orasi ilmiahnya menyampaikan bahwa Unpam memberikan beasiswa kepada mahasiswa penyandang disabilitas. Beasiswa tersebut merupakan program kerjasama dengan IBM sejak 2016. Sampai saat ini sudah ada 8 mahasiswa penyandang disabilitas yang menerima beasiswa.

“Unpam bekerjasama dengan IBM untuk mewujudkan mimpi penyandang disabilitas agar menjadi sarjana”. Ujar Rektor dalam orasinya pada wisuda Unpamke-45.

Hamzah pun melanjutkan ceritanya kembali. Ia bercerita bahwa ia mengalami kecelakaan waktu duduk di bangku SMP. Kecelakaan tersebut membuat salah satu kakinya diamputasi. Awalnya ia tidak bisa menerima kenyataan. Namun, ia lekas sadar bahwa kehidupan tidak akan berakhir sampai di situ. Ia pun segera bangkit menghadapi kenyataan. Hal itu terbukti dengan ia mendapatkan beasiswa dari BUMN untuk menempuh program D3 teknik di PTN. Ia pun berhasil meraih gelar ahlimadya. Setelah itu ia bekerja pada sebuah perusahaan di Tanah Abang sampai saat ini.

Tidak sampai di situ, ia pun menaruh harapan untuk bisa menjadi sarjana untuk mengasah kemampuannya.  Setelah menempuh studi selama lebih dari 4 tahun di Universitas Pamulang, ia akhirnya berhasil meraih gelar sarjana komputer. Saking bangganya, ia pun mengajak istrinya untuk hadir dalam acara wisuda tersebut. Namun saying sekali, tim humas tidak bisa menemuinya karena padatnya tamu yang menghadiri acara wisudaUnpam ke-45.

Di akhir dialog, kami bertanya, harapan kedepannya selain mengikuti program beasiswa yang ditawarkan Unpam. Ia berharap bisa bergabung menjadi dosen Unpam agar bisa berbagi ilmu terutama bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

“Tentunya saya ingin sekali menjadi dosen di sini (Unpam). Supaya bisa berbagi dengan yang lain”. Ujarnya dengan penuh semangat.

Semoga apa yang ia cita-citakan terwujud dan menjadi motivasi untuk sahabat kita di luar sana.(MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *