Hubungi Kami : Tlp. 021-7412566 . Fax 74709855

Kunjungi Laboraorium Teknik, Sekpel LL Dikti : Unpam ini Luar Biasa



Kunjungi Laboraorium Teknik, Sekpel LL Dikti : Unpam ini Luar Biasa

Tangerang Selatan (26/8/2018) : Sekretaris Pelaksana Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Ir. Dharnita Chandra, M.Si. beserta rombongan diajak Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (H.C.) Darsono untuk berkeliling melihat fasilitas yang ada di gedung Unpam. Kegiatan tersebut dilakukan di sela-sela acara wisuda Unpam ke-45.
Ibu yang baru saja menjabat sebagai Sekretaris Pelaksana di LL Dikti Wilayah IV tersebut diajak melihat pembangunan gedung baru di Kampus Unpam II yang rencananya akan digunakan sebagai area parkir, ruang perpustakaan bertaraf internasional, ruang tes uji kompetensi (TUK), dan juga ruang teleconference.
Ketua yayasan sambil memandu rombongan LL Dikti, ia bercerita gambaran fungsi gedung tersebut. Dalam penjelasannya, bapak yang juga sebagai dewan pertimbangan UNY tersebut mengatakan bahwa Unpam perlu membangun ruang TUK sendiri. Pembangunan itu dilakukan agar Unpam bisa menentukan sendiri biaya tesnya. Sehingga biayanya menjadi terjangkau oleh mahasiswa Unpam yang mayoritas kalangan bawah.
“Kalau kami punya sendiri, nanti bisa menentukan harga sendiri. Ikut orang lain mahal”
Selain mengunjungi pembangunan gedung baru di Kampus Unpam II, rombongan LL Dikti juga diajak melihat kampus Unpam yang lain, salah satunya kampus Unpam I dan juga kampus Unpam Witanaharja.
Di Witanaharja, rombongan diajak mengunjungi bengkel kerja Fakultas Teknik. Ketua Yayasan menjelaskan bahwa mahasiswa Fakultas Teknik mampu menghasilkan banyak produk. Salah satunya produk pengolahan sampah dan peralatan praktik untuk BLK di SMK seluruh Indonesia. Menurutnya, semua program studi di Unpam wajib memiliki produk nyata agar mahasiswa bukan hanya pandai secara teori namun juga pandai dalam hal produksi sesuai kompetensinya.
“Semua prodi saya tantang untuk membuat produk. Kemarin (Teknik) Kimia mampu menemukan cara baru memanfaatkan limbah menjadi konblok. Kalau tidak begitu ya hanya pandai secara teori saja” Ujarnya sambil berjalan memperlihatkan hasil karya Mahasiswa Fakultas Teknik.
Ketua Yayasan menjelaskan, bahwa produk karya mahasiswa tersebut dijual dan kemudian hasilnya untuk pembangunan Unpam. Itu mengapa Unpam biaya kuliah yang dibebankan kepada mahasiswa sangat murah. Hal itu karena mendapat subsidi dari hasil penjualan produk mahasiswa.
Menyaksikan sekaligus mendengarkan serentetan penjelasan Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Sekpel Dikti tampak takjub. Menurutnya, keberhasilan Yayasan Sasmita Jaya dalam mengelola perguruan tinggi perlu ditiru oleh yayasan lain yang juga mengelola perguruan tinggi.
“Saya merasa takjub. Jika selama ini saya hanya mendengar dari sopir grab, dari koordinator (LL Dikti). Sekarang saya menyaksikan langsung. Unpam ini luar biasa. Jadi kalau nanti saya ditanya oleh perguruan tinggi lain saya bisa menjelaskan kenapa di Unpam biayanya murah”. Ujarnya.
Usai berkeliling menyaksikan pembangunan dan segala fasilitas di Unpam, rombongan LL Dikti Wilayah IV kemudian di antar kembali menuju ruang prosesi wisuda. (MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *