Hubungi Kami : Tlp. 021-7412566 . Fax 74709855

Serba-serbi Wisuda Unpam ke-45



Serba-serbi Wisuda Unpam ke-45

Tangerang Selatan (26/8/2016) : Wisuda merupakan prosesi sakral bagi mahasiswa yang sudah selesai menjalani proses studi di perguruan tinggi. Saking sakralnya kegiatan itu membuat banyak peserta wisuda yang menyiapkan berbagai hal dan bahkan ada yang menarik. Begitu juga dalam wisuda ke-45 yang diselenggarakan Unpam
Banyak hal menarik pada wisuda Unpam yang ke-45. Salah satunya menginap di kampus. Hal itu terjadi pada Johan. Johan merupakan salah satu rombongan pendamping wisudawan Unpam. Johan dan rombongan datang dari Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Ia dan rombongan sampai di Unpam pukul 3 pagi. Ia dan rombongan yang datang 2 mobil Suzuki ELF terpakasa tidur di halaman parkir Kampus Unpam II karena sampai lokasi terlalu pagi.
“Kita bernagkat jam 5 sore. Tapi sampai sini kepagian”.
Ia mengatakan bahwa ia mendampingi keponakannya, peserta wisuda dari Prodi Akuntansi S1 yang hari ini diwisuda. Panitia wisuda Unpam membuat kebijakan hanya 2 pendamping untuk 1 wisudawan. Ketika Johan ditanya bagaimana nanti dengan rombongan karena kebijakan kampus hanya 2 orang dewasa saja yang boleh masuk ruang prosesi wisuda, Ia menjawab bahwa nanti rombongan yang lain akan menunggu di luar Aula.
“Paling nanti kita di luar. Di kantin atau di mana saja. Itung-itung sambil istirahat”.
Sementara itu, untuk memberikan pelayanan kepada pendamping wisuda yang tidak bisa masuk ruang prosesi wisuda, panitia meneyediakan 1 ruangan besar yang dilengkapi layar lebar. Ruangan tersebut difungsikan untuk pendamping wisuda agar bisa mengikuti jalannya prosesi wisuda melalui layar lebar.
“Kita lengkapi AC dan layar lebar. Kasihan kalau harus menunggu berjam-jam di parkiran”. Ujar ketua Panitia Wisuda Unpam ke-45, Dr. Subarto, M.Pd.
Banyaknya peserta wisuda ke-45 ini, membuat banyak pedagang souvenir dan tukang foto untuk menawarkan jasanya. Salah satunya inisial M, ia datang dari Bogor untuk menyewakan jasa foto kepada keluarga wisudawan. Menurutnya ia sering menawarkan jasanya di acara wisuda. Bukan hanya di Unpam bahkan di wilayah Kopertis III dan Kopertis IV. Ia mendapat informasi wisuda melalui laman internet milik kopertis.
“Kita memiliki rombongan, bahkan ada grup WhatsAppnya”.
Menurutnya, adanya grup WhatApp sesama tukang foto wisuda tersebut sangat perlu. Salah satu fungsinya untuk menyamakan harga jasa yang ditawarkan. Harga 1 foto studio dihargai Rp 30.000 termasuk ongkos kirim. Nantinya foto tersebut akan dikirim menuju rumah masing-masing pelanggan.
Upaya Antisipasi Kemacetan
Koordinator lapangan dalam wisuda Unpam, Hasan al-Zaghladi, M.H. menyampaikan bahwa diadakannya wisuda hari Minggu karena untuk menghindari kemacetan di sekitar Pamulang dan Serpong. Sebelumnya, Unpam diprotes warga Tangsel karena kemacetan yang tercipta setiap kali Unpam wisuda.
“Pesertanya banyak dan setiap peserta rata-rata bawa mobil. Malah ada yang rombongan 2-3 mobil perwisudawan. Ditambah lagi tukang bunga yang menjajakan jualannya di jalan. Kita alihkan Minggu dan sterilkan jalanan dari tukang bunga”. Ujar Hasan al-Zaghladi yang juga menjabat sebagai Pananggung Jawab Gedung Kampus II.
Menanggapi kemacetan itu, ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Muhammad Wildan, M.A. menegaskan bahwa wisuda merupakan pesta rakyat. Menurutnya, kemacetan itu wajar karena rakyat sedang berpesta.
“Unpam itu kampus rakyat. Kalau toh macet itu kan rakyat yang sedang merayakan hajatan wisuda”.
Seperti yang banyak diketahui, Unpam merupakan perguruan tinggi yang berbiaya murah. Unpam hanya mematok uang SPP Rp 1.200.000/semester tanpa uang gedung. Pematokan harga tersebut ditujukan agar terjangkau oleh smeua lapisan masyarakat. Untuk itu wajar jika mahasiswa Unpam banyak yang datang dari kalangan menengah ke bawah. Sehingg saat wisuda, mahasiswa tersebut mengajak saudar dan tetangga untuk menghadiri wisuda. (MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *