Hubungi Kami : Tlp. 021-7412566 . Fax 74709855

Ahli Waris Keraton Yogyakarta Kunjungi Unpam



Ahli Waris Keraton Yogyakarta Kunjungi Unpam

Tangerang Selatan (7/8/2018) : Unpam mendapat tamu kehormatan dari Yogyakarta. Tamu tersebut tidak lain ahli waris Keraton Yogyakarta, GBPH Prabukusumo  dan KPH Indrokusumo.  Kedua tamu kehormatan tersebut datang beserta romongan yang tergabung dalam Dewan Pertimbangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dewan Pertimbangan UNY terdiri dari GBPH Prabukusumo, Spsi. sebagai ketua, Dr. Yoyon Suryono sebagai sekretaris,  dan tiga anggota yaitu Prof. DR.Herminanto Sofyan, M.Pd., DR.Sardiman, M.Pd., dan KPH Indrokusumo. Rombongan tersebut diterima di Aula Kampus II oleh ketua Yayasan dan pejabat rektorat Unpam.

Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr (H.C.) Darsono memperkenalkan Unpam sebagai bentuk  kiprah dalam rangka menjalankan dharma. Kehadiran Unpam menawarkan solusi terhadap masyarkat sekitar. Masyarakat yang belum pintar dan tidak mampu secara ekonomi. Unpam mencoba mengemas pendidikan untuk semua kalangan. Selain itu juga untuk membantu upaya pemerintah yang berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa.

” Sore ini kita mendapatkan anugerah atas kehadiran ahli waris keraton. Kehadiran Pak Prabu, kita lebih semangat lagi. Di serang (Unpam)ditargetkan (menampung) 200 ribu mahasiswa. Kita selalu melihat kemampuan masyarakat. Angka yang sudah ditentukan hanya mengejar target”.

Di sisi lain, Rektor Unpam, Dr. Dayat Hidayat, M.M. menejlaskan status Unpam yang menjadi kampus binaan UNY. Rektor berharap sekali bimbingan dari UNY mampu dimanfaatkan secara maksimal dalam berbagai hal.

“Kami masih harus banyak mencari mantra dari UNY. UNY program studinya banyak sekali sehingga ke depan mensuport kami dalam kegiatan sertifikat pendamping ijazah”.

Atas sambutan hangat tersebut, Gusti Prabu Prabukusumo menyampaikan terima kasih telah diterima dengan ramah tamah. Beliau menyampaikan kedatangannya ke Unpam karena berangkat dari rasa penasaran. Menurutnya, hampir semua orang yang mendengar Unpam merasa heran karena dengan biaya murah tapi mampu membangun berbagai fasilitas dan memiliki jumlah mahasiswa yang sangat banyak.

“Program itu (kampus berbiaya murah) harus sempurna. Hasilnya pun akan sempurna. Mendidik diri sendiri. Seorang pemimpin harus mampu berbicara runtut”.

Menurutnya, pikiran, niat, dan hati mulia harus dimiliki pemimpin.  Pemeimpin harus memiliki totalitas kerja. Semua orang punya kualitas akademik dan non akademik. Bagaimana pengelolaan perguruan tinggi harus memiliki dosen yang berkualitas. Kalau ada murid yang bodoh berarti yang salah adalah gurunya bukan muridnya. Kualitas mahasiswa harus diutamakan.

“Jangan dikira orang yang bodoh adalah yang memiliki ekonomi lemah”.

Pada akhir paparannya tentang pandangannya soal Unpam, beliau berpesan agar kebijakan harus dibayangkan dari semua aspek. Beliau juga berharap semoga Unpam membawa manfaat yang baik buat semuanya. (MIS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *